Survey
pendahuluan dilakukan dalam rangka mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini
lebih ditekankan pada usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang
objek audit. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan
pelaksanaan audit ini, antara lain:
1)
Pemahaman auditor terhadap objek audit
2)
Penentukan tujuan audit
3)
Penentuan ruang lingkup
4)
Review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan
dengan objek audit.
5)
Pengembangan kriteria awal dalam audit
Pemahaman auditor terhadap objek audit
Kebanyakan pendokumentasian dan
proses perolehan pemahaman diselesaikan bahkan sebelum auditor melakukan audit.
Studi awal yang dilakukan auditor mencakup penelaahan atas kertas kerja tahun
sebelumnya, temuan-temuan audit, bagan organisasi, dan dokumen-dokumen lain
yang akan membantu untuk lebih memahami subyek audit. Pada banyak kondisi,
studi awal akan dilakukan di kantor pusat, meskipun banyak auditor saat ini
dapat mengakses informasi secara elektronik dari lokasi yang jauh. Jika audit
merupakan satu di antara serangkaian penugasan rutin, auditor akan terlebih
dahulu melihat dokumen permaen untuk operasi tertentu. Dokumen permanen berisi
salinan laporan audit terdahulu dan jawaban-jawaban serta informasi relevan
lainnya tentang aktivitas yang akan diaudit. Dokumen tersebut memberikan
semacam pandangan menyeluruh bagi auditor, masalah-masalah yang sebelumnya
ditemukan, dan langkah-langkah yang diambil atau janji-janji untuk
menyelesaikannya. Bila audit merupakan bagian penugasan rutin atau merupakan
penugasan baru, penelaahan literature yang ada mengenai subjek tersebut merupakan
hal penting. Literatur mengenai audit telah berkembang dengan cepat, dan
cakupan yang terdapat dalam buku teks audit, hasil-hasil penelitian dan
tulisan-tulisan terus-menerus meningkat. Banyak auditor juga mencari buku dan
penelitian di bidang audit, khususnya untuk topik-topik terbaru. Misalnya, jika
auditor sedang melaksanakan audit untuk pertama kali untuk beberapa aspek
operasi sebuah agensi periklanan, bacaan yang relevan untuk ditelaah bisa jadi
mencakup bacaan yang terkait dengan industry periklanan, dan juga literature
audit lainnya yang sesuai.
Objek audit meliputi
keseluruhan perusahaan dan/atau kegiatan yang dikelola oleh perusahaan tersebut
dalam rangka mencapai tujuannnya. Setiap objek audit memiliki wewenang dan
tanggung jawab yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan system
pendelegasian wewenang yang diselenggarakan pada perusahaan tersebut. Dalam
suatu divisi yang dikelola secara terdesantralisasi, manajer divisi memiliki
wewenang dan tanggung jawab untuk mengatur divisi tersebut seperti suatu
perusahaan yang berdiri sendiri. Perencanaan, pengelolaan, pengendalian,
pengambilan keputusan yang berkaitan dengan divisi tersebut menjadi wewenang
dan tanggung jawab manajer divisi, yang akan dipertanggungjawabkan bersamaan
dengan penyajian laporan divisi kepada manajemen pusat. Suatu divisi dapat
berupa anak perusahaan, segmen bisnis atau cabang dari suatu perusahaan.
Departemen dalam suatu perusahaan memiliki wewenang dan tanggung jawab utama
pada departemen tersebut. Manajer pemasaran memiliki keputusan di bidang
pemasaran.
Untuk mencapai tujuannya, objek
audit menetapkan berbagai program yang pelaksanaannya dijabarkan ke dalam
berbagai bentuk kegiatan. Setiap program-program/aktivitas yang diselenggarakan
pada setiap departemen/divisi harus selaras dengan tujuan perusahaan secara
keseluruhan. Oleh karena itu, auditor harus memahami tujuan perusahaan dan
berbagai program/aktivitas yang diselenggarakan untuk mendapatkan pemahaman
tentang keselarasan tujuan tersebut.
Dalam pemahaman terhadap objek
audit, auditor harus mendapatkan informasi tentang sumber daya (kapasitas
aktivitas) yang dimiliki objek audit dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Di
samping itu, metode operasi (cara pelaksanaan kegiatan) juga harus menjadi
perhatian penting karena dari hubungan antara metode operasi dengan
ketersediaan sumber daya, auditor akan mendapatkan informasi awal apakah suatu
kegiatan telah dilaksanakan dengan ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai
tujuannya.
Pendokumentasian merupakan beberapa langkah yang akan mengarah pada pertemuan
awal antara auditor dengan manajer klien. Pembuatan daftar pengingat dan daftar
isi awal untuk kertas-kerja merupakan beberapa hal yang dilakukan pada saat
pendokumentasian. Auditor juga membuat kuesioner yang akan digunakan dalam
wawancara dan diskusi dengan manajer klien dan yang lainnya.
Dalam setiap permulaan audit,
auditor kadang kala bingung, “ Apa yang akan dikerjakan selanjutnya? “ Meskipun
setiap penugasan audit tidak sama, namun terdapat langkah-langkah awal tertentu
yang berlaku untuk setiap audit. Langkah-langkah ini harus dicatat dalam daftar
pengingat, sehingga memudahkan pekerjaan. Sebelum auditor mulai melakukan
instruksi-instruksi yang terdapat pada daftar, sebaiknya disiapkan dulu daftar
isi dibagian pertama kertas kerja. Langkah ini dilakukan sebelum tahap
perencanaan audit. Daftar isi akan memaksa auditor untuk (1) mendaftar
masalah-masalah tertentu yang harus ditangani seiring dengan kemajuan penugasan
dan (2) membuat acuan kertas kerja.
Penelaahan awal yang dilakukan
auditor akan memberikan pandangan yang cukup bagi auditor untuk menghasilkan
pertanyaan-pertanyaann yang cerdas tentang entitas yang diaudit. Tak seorang
pun mengharapkan auditor menjadi ahli pada aktivitas yang diaudit, namun diharapkan
setidaknya mereka memiliki pemahaman umum mengenai aktivitas tersebut.
Penelaahan umumnya akan menghasilkan sebuah daftar yang dikembangkan dari
catatan-catatan berikut : dokumen permanen, laporan audit dan kertas kerja
tahun sebelumnya. Dari bahan-bahan ini, auditor dapat merancang kuesioner untuk
(1) memenuhi tujuan audit mereka dan (2) bertemu manajer klien pada pertemuan
awal.
Pertemuan auditor dengan
manajer klien memberi peluang bagi auditor untuk
menjelaskan tujuan dan pendekatan audit yang akan dilakukan. Dalam pembahasan
dengan manajer dan supervisor, auditor menjelaskan tujuan, sasaran, standar
operasi, serta risiko bawaannya. Waktu dan pertemuan harus diaturterlebih
dahulu. Jika memungkinkan, hindari kunjungan mendadak, meskipun audit yang tidak
diberitahukan terlebih dahulu mungkin perlu untuk dilakukan dalam audit kas,
audit keamanan, atau hal-hal lain yang cukup rawan. Klien yang siap akan
memberikan lebih banyak informasi, dan kesalahan informasi yang disengaja oleh
klien akan cenderung dideteksi dalam pelaksanaan audit sesungguhnya. Mungkin
tidak ada keahlian yang lebih penting bagi auditor dari wawancara. Teknik-teknik
wawancara yang baik membuat orang merasa nyaman, membuat mereka ingin memberi
informasi, bekerjasama dalam audit, dan mudah-mudahan membuat penugasan audit
berhasil. Survey pendahuluan akan berlangsung lancar dan sistematis jika
auditor memiliki pandangan yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai. Dalam
kebanyakan audit, informasi penting dapat diklasifikasikan ke dalam empat
fungsi dasar manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
control. Pengamatan dalam arti umum, terus dilakukan
selama audit pendahuluan. Melalui pengamatan yang gigih dan Tanya jawab yang
cerdas,
Auditor harus membuat kesimpulan sementara secara umum atas pemahamannya terhadap objek audit. Berbagai informasi yang diperoleh dalam tahap ini, termasuk indikasi adanya kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki menjadi dasar dalam membuat kesimpulan tersebut. Walaupun kesimpulan ini bersifat sementara, berbagai temuan yang diperoleh pada tahap ini terutama indikasi adanya kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki, dapat digunakan sebagai dasar sementara untuk menentukan tujuan, ruang lingkup, tujuan audit dan penentuan kriteria serta bukti-bukti yang diperlukan.
Auditor harus membuat kesimpulan sementara secara umum atas pemahamannya terhadap objek audit. Berbagai informasi yang diperoleh dalam tahap ini, termasuk indikasi adanya kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki menjadi dasar dalam membuat kesimpulan tersebut. Walaupun kesimpulan ini bersifat sementara, berbagai temuan yang diperoleh pada tahap ini terutama indikasi adanya kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki, dapat digunakan sebagai dasar sementara untuk menentukan tujuan, ruang lingkup, tujuan audit dan penentuan kriteria serta bukti-bukti yang diperlukan.
Auditor harus mengomunikasikan
dengan atasan pengelola objek atau pemberi tugas audit tentang pemahamannya
terhadap berbagai program/aktivitas objek audit untuk menghindari terjadinya
kesalahpahaman. Komunikasi ini lebih efektif jika dilakukan secara tertulis,
dengan meminta tanggapan pemberi tugas audit tentang hal-hal berikut:
Informasi yang mendukung tujuan
audit.
Informasi yang mengarahkan
ruang lingkup audit.
Informasi yang mengarah pada
tujuan audit
Di samping mendapatkan
tanggapan tentang hal-hal tersebut, auditor juga harus mendapatkan tanggapan
tentang kesimpulan umum yang telah diajukannya untuk memantapkan hasil
kesimpulan auditor.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar